Tentang Kota Magelang

Selasa, 27 September 2011 09:59 Admin KPM
Cetak PDF

 

Selayang Pandang Kota Magelang

Kota Magelang adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Sejarah berdirinya Kota Magelang bercikal bakal dari keberadaan desa perdikan bernama Mantyasih, yang saat ini dikenal dengan Kampung Meteseh, terletak di Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah. Di kampung Meteseh ini terdapat sebuah Prasasti Mantyasih atau disebut juga Prasasti Balitung, berangka tahun 907 M yang berasal dari Wangsa Sanjaya, Kerajaan Mataram Kuno. Prasasti ini bertuliskan silsilah raja-raja Mataram Kuno sebelum Raja Balitung. Tujuan ditulisnya prasasti ini tidak lain adalah untuk melegimitasi Raja Balitung sebagai pewaris sah Kerajaan Mataram Kuno. Dalam Prasasti Mantyasih berisi antara lain, penyebutan nama Raja Rake Watukura Dyah Balitung, serta penyebutan angka 829 Çaka bulan Çaitra tanggal 11 Paro-Gelap Paringkelan Tungle, Pasaran Umanis hari Senais Sçara atau Sabtu, dengan kata lain Hari Sabtu Legi tanggal 11 April 907 yang ditetapkan sebagai hari jadi Kota Magelang. Di samping itu, prasasti ini juga menyebutkan bahwa desa Mantyasih ditetapkan sebagai desa perdikan atau wilayah yang bebas pajak oleh Raja Balitung. Saat ini, petilasan prasasti tersebut ditempatkan lumpang batu yang diyakini dahulu sebagai tempat upacara penetapan sima atau desa perdikan. Langgar Agung MantyasihPeresmian Prasasti MantyasihPetilasan Prasasti Mantyasih

Ketika Inggris menguasai Magelang pada abad ke-18, dijadikanlah kota ini sebagai pusat pemerintah setingkat kabupaten dan diangkatlah Mas Ngabehi Danoekromo sebagai bupati pertama dengan gelar Raden Tumenggung Danoeningrat. Bupati ini pulalah yang kemudian merintis berdirinya Kota Magelang dengan membuat alun-alun, kantor kadipaten, dan masjid. Pola awal pembangunan kota yang digunakan Inggris saat itu adalah pola tradisional (kerajaan), dengan kantor kadipaten sebagai replika istana raja. Setelah Belanda datang dan menguasai Magelang pada tahun 1813, Magelang tumbuh dan berkembang dengan dipengaruhi pola tradisional dan kolonial, atau lebih dikenal dengan pola Indies. Tahun 1818, Magelang ditetapkan sebagai ibukota karesidenan Kedu, dan berkembang sebagai kota militer sejak 1828.

Ada beberapa alasan pemerintah kolonial Belanda menjadikan Magelang sebagai ibukota karesidenan Kedu dan kota basis militer. Alamnya yang indah nyaman sebagai tempat pemukiman. Sedangkan tanahnya yang subur menjadikan wilayah itu sebagai pemasok bahan-bahan makanan bagi kota-kota di sekitarnya. Selain itu, posisi Magelang dapat memantau wilayah sekitar, terutama tiga kota penting yaitu Yogyakarta, Solo dan Semarang. Alasan lainnya karena posisi wilayah gerilya para pejuang pribumi saat itu yang lebih banyak menggunakan pegunungan dan perbukitan. Saat itu, pemerintah kolonial merasa kesulitan untuk mengawasi gerilya pribumi, karena itu diperlukan penguasaan wilayah yang dapat memantaunya yang salah satunya adalah Magelang.

Pemerintah Kolonial Belanda terus melengkapi sarana dan prasarana perkotaan. Menara air minum dibangun di tengah-tengah kota pada tahun 1918, perusahaan listrik mulai beroperasi tahun 1927, dan jalan-jalan arteri diperkeras dan diaspal. Yang menarik, pemerintah kolonial Belanda juga membangun infrastruktur lingkungan berupa irigasi atau selokan yang membelah kota. Untuk keperluan irigasi itu juga dibangun beberapa penyangga, sekarang disebut plengkung, karena selokan itu terletak di atas kota. Mungkin selokan di atas kota ini satu-satunya yang ada di Indonesia.

Kota Magelang diberikan status sebagai Kota Magelang Gemeente pada 1 April 1906 dan dipimpin oleh seorang Belanda yang menjabat sebagai Burgemeester. Burgemeester inilah yang sekarang disebut Walikota.

Masjid Agung Kota MagelangGPIBWater Torn Kota MagelangPlengkung Badaan

 

Gambaran Umum Kota Magelang

Secara geografis, Kota Magelang terletak pada posisi 70 26'18" - 70 30'9" LS dan 1100 12'30" - 1100 12'52" BT. Terletak pada ketinggian 380 meter di atas permukaan laut, dan memiliki luas 18,12 km2, dengan kontur tanah yang bergelombang. Kota ini terdiri atas 3 kecamatan, yakni Magelang Utara, Magelang Selatan dan Magelang Tengah, yang dibagi  dalam 17 kelurahan.

Kota Magelang merupakan wilayah dataran yang dikelilingi oleh Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Pegunungan Gianti, Pegunungan Menoreh, Pegunungan Andong, dan Pegunungan Telomoyo, sehingga Kota Magelang termasuk kedalam wilayah pegunungan.

Walaupun tergolong sebagai kota kecil, namun Kota Magelang masih memiliki hutan lindung seluas 70,17 Ha, dan hutan rakyat seluas 99,56 Ha. Oleh karena itu, dari segi cuaca Kota Magelang memiliki iklim berhawa sejuk, dengan suhu minimal berkisar antara 16-17 °C dan maksimal antara 32-33 °C

Posisi Kota Magelang terletak hampir di tengah Provinsi Jawa Tengah, yang  memberikan keunggulan pada tingkat pencapaian atau aksesibilitas yang cukup tinggi, karena dapat dicapai dengan relatif mudah dari segala lokasi di Provinsi Jawa Tengah.

Aksesibilitas ke Kota Magelang didukung oleh ketersediaan prasarana perhubungan darat yang ada, karena Kota Magelang dilalui oleh jalur arteri primer yang menghubungkan dengan kota-kota Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Salatiga, Temanggung, dan Wonosobo. Selain itu, dari kota-kota besar juga cukup mudah karena Kota Magelang terletak pada sisi luar segitiga Kota Semarang, Yogyakarta, dan Surakarta, dimana pada ketiga kota besar tersebut terdapat bandara Internasional.

Infrastruktur Kota Magelang

Artikel belum diperbaharui

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 29 Februari 2012 10:14
Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Dutch English Japanese Spanish

Support Online

Sekretariat
Administrator

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini30
mod_vvisit_counterKemarin52
mod_vvisit_counterPekan Ini30
mod_vvisit_counterPekan Lalu685
mod_vvisit_counterBulan Ini1312
mod_vvisit_counterBulan Lalu2589
mod_vvisit_counterKeseluruhan32141

Saat ini ada: 16 pengunjung yang online
| + - | RTL - LTR