MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang serius mengembangkan kawasan yang potensial, seperti alun-alun, sub Terminal Kebonpolo, Pecinan, Gunung Tidar dan Sidotopo, yang mulai ditawarkan kepada investor.
Potensi tersebut diikutkan dalam pameran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang diselenggarakan Badan Penanaman Modal Daerah Provinsi Jawa Tengah dari tanggal 9-21 Juli lalu.
Plengkung - Terowongan Kuno berumur ribuan tahun masih berdiri kokoh di tengah Kota Magelang.
Kepala Kantor Penanaman Modal Kota Magelang, Joko Wahidin, mengatakan, Kota Magelang sangat potensial untuk mengembangkan investasi baik pendidikan, pariwisata/rekreasi maupun pusat bisnis/perdagangan.
Untuk kawasan sub Terminal Kebonpolo misalnya, Joko mengatakan kawasan tersebut sangat potensial dijadikan pusat bisnis. "Letaknya sangat stategis, selain itu, jalur transportasi dari dalam dan luar kota juga lewat jalur tersebut," katanya.
Selain itu, terangnya kawasan di sepanjang Delta Kali Progo juga sangat potensial untuk investasi di bidang jasa perhotelan dan rumah makan. Di sana, selain menawarkan lingkungan yang asri dan sejuk, pemandangan di sepanjang sungai tersebut sangat indah. Cocok bagi wisatawan yang ingin melepaskan penat dengan menikmati udara dan pemandangan pegunungan.
Untuk wisata religi dan pendidikan, lanjut Joko, Kota Magelang juga mempunyai potensi yang luar biasa. Ia menunjuk kawasan Gunung Tidar yang menjadi salah satu kawasan yang akan digarap secara serius. Selama ini, banyak peziarah yang datang untuk mengunjungi makam Syeh Subakir, dan Kyai Semar. Jika digarap dengan serius, daerah tersebut bisa dimanfaatkan menjadi potensi wisata.
"Untuk Sidotopo memang nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan pendidikan. Dengan adanya pameran ini, kami berharap investor tertarik untuk bersama mengembangkan potensi yang memang sudah kami persiapkan," terangnya.
Lokasi lain yang ditawarkan adalah kawasan Gunung Tidar untuk pengembangan wisata religi dan olah raga rekreasi, selanjutnya untuk pengembangan pusat pendidikan, bisnis dan rekreasi di kawasan Sidotopo. "Adanya kegiatan ini bisa mempertemukan secara langsung antara kab/kota sebagai pemilik proyek dengan pelaku usaha," kata Joko Wahidin, Kepala Kantor Penanaman Modal Kota Magelang.
Sementara itu, Wakil Walikota Magelang, Joko Prasetyo mengatakan, dengan adanya acara itu bisa memfasilitasi promosi investasi untuk menarik investor agar menanamkan modalnya di Kota Magelang.
Dirinya mengaku akan lebih senang jika banyak investor akan membuka peluang usaha, utamanya di bidang pariwisata dan jasa pendidikan. "Kegiatan ini juga senafas dengan visi Kota Magelang sebagai kota jasa yang maju, profesional, sejahtera, mandiri dan berkeadilan," tuturnya.
sumber : kompas.com