Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, masih ada hambatan dalam meningkatkan potensi investasi di Indonesia.
"Ada sejumlah masalah yang harus dihadapi untuk meningkatkan investasi. Jadi, kita harus fokus pada keempat masalah itu," ujarnya saat menerima delegasi Menteri Ekonomi Austria di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (10/11).
Menurut dia, kendala ini antara lain terkait permasalahan infrastruktur, pelayanan publik, dan perilaku korupsi. Ini masalah penting, karena orang takut. Belum apa-apa sudah dimintain uang. Jadi belum berusaha, sudah dimintain," ujar Hatta.
Hambatan lainnya adalah harmonisasi peraturan antara pemerintah pusat dan daerah yang belum terjalin secara komunikatif. "Juga dibutuhkan adanya kepastian hukum antara di pusat dan daerah. Ini berpengaruh kepada indeks persepsi kita," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian juga menerima kunjungan Menteri Ekonomi Austria Reinhold Mitterlehner beserta delegasi bisnis, salah satunya untuk presentasi 13 proyek kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Austria. Kedua menteri juga menyaksikan penandatanganan tiga dokumen kerja sama antara perusahaan Austria dan Pemerintah Indonesia dalam pengembangan proyek infrastruktur.
Dokumen ini meliputi nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Austria Doppelmayr Sellbahnen GmbH dan PT Saratoga Infrastruktur. Selain itu juga MoU perusahaan Austria Andritz Hydro GmbH dengan PT PLN (persero). Di sisi lain juga ada ksepakatan komitmen (letter of intent/LoI) antara perusahaan Austria Andritz Hydro GmbH dengan Pusat Litbang Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.